Evakuasi Mayat dari Danau Kelimutu Dihentikan

Kompas.com - 28/12/2008, 18:16 WIB

ENDE, MINGGU - Evakuasi mayat Arnoldus Yansen Sepe yang ditemukan terapung di salah satu Danau Triwarna Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur akhirnya dihentikan karena cuaca buruk.

"Tim SAR sudah berupaya untuk melakukan evakuasi tapi selalu terkendala dengan angin keras, hujan lebat dan juga petir. Beberapa kali petugas juga terjebak dalam aliran air di lereng-lereng kawah danau karena hujan lebat. Demi keamanan bersama evakuasi diputuskan dihentikan. Pihak keluarga korban juga dapat memaklumi," kata Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu Gatot Soebiantoro, Minggu (28/12), di Ende.

Mayat Arnoldus ditemukan tim BTN Kelimutu mengapung di salah satu permukaan air kawah danau yang berwarna hijau muda, Jumat (26/12) lalu. Danau Kelimutu memiliki tiga warna, yaitu hijau muda, cokelat tua, dan hijau lumut kehitaman.

Arnoldus, warga Desa Tenda, Kecamatan Wolojita, Ende itu meninggalkan rumah pada Rabu (10/12) lalu. Sejak itu laki-laki tamatan SMA yang juga menderita epilepsi itu tak kembali ke rumah, dan baru ditemukan mayatnya mengapung di Danau Kelimutu, Jumat lalu.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau